assalamuallaikum wr wb
welcome to myblog;;)

Kamis, 11 Juli 2013

Kini Kata "kita" Tak Berlaku Lagi Pada Kita

"acaranya akan dimulai besok"ucapnyadengan memberiku kertas dialog lalu pergi berlalu begitu saja tanpa ada basa basi terlebi daulu.
    ini bukan yang pertama kali bagiku. sudah 2 tahun dia memperlakukanku begini saat Fanya ada. Ia pernah berjanji akan meninggalkan Fanya dan bersamaku namun belum juga di lakukannya. aku hanya sanggup bersabar.

   2 tahun lalu aku dan dia bersama,menjalin kisah yang sangat indah. sampai pada akhirnya Fanya datang dengan penyakitnya. aku tau dia bukan orang yang tegaan dalam hal seperti ini. makanya aku membiarkan dia untuk bersama Fanya,karena ku yakin saat itu Fanya tak akan lama bersamanya tapi aku salah,sangat salah.

aku tau dia pernah berusaha untuk mempersatukan kami kembali,dia pernah mencoba untuk berbicara dengan Fanya namun hasilnya ? Fanya mencoba bunuh diri dan masuk rumah sakit.

  **
"maafkan aku,aku memang makhluk yang lemah"ucapnya lalu menggenggam erat kedua tanganku.
"ah sudahlah,aku mengerti"jawabku dengan berbohong. selalu begitu
"aku berjanji kita akan bersatu kembali seperti dulu,ah sangat menyenagkan bukan"ucapnya dengan senyum yang meyakinkan tapi aku tahu itu belum tentu terjadi.
    aku tau dia masih mencintaiku,mungkin sangat. aku juga tau bahwa dia berbohong saat Ia mengatakan tak cinta pada Fanya. dari caranya memperlakukanku di depan Fanya dan cara memperlakukan Fanya di depan ku itu sungguh berbeda. saat di depanku aku tidak melihat kekhawatiran dari raut mukanya terahadapku apakah aku akan marah atau tidak sedangkan di depan Fanya,Ia terlihat sangat gugup saat akan berbicara padaku. bukan begitu yang namanya benar-benar jatuh cinnta? akan merasa takut bila pasangannya merasa terluka saat kita sedang berbicara dengan orang yang tak disukai oleh orang yang kita cintai?

    aku tau ini akan menyakitkan bagiku tapi bukankah melihat orang yang kita cintai akan membuat kita merasa bahagia. jika iya inilah keputusanku. aku akan memberi ruang terhadap mereka berdua,aku akan pergi. ya pergi dari hatinya bukan dari kehidupannya karena aku tau satu hal dia akan tetap menjadi rekan kerjaku dan sampai kapanpun akan tetap. aku akan mencoba sabar saat kelak Fanya mengantarkan makan siangnya di depankuu, saat Fanya menelponya.

  "baiklah jika itu maumu"ucapnya dengan raut muka yang biasa saja tak ada mengalangi niatku atau memberi solusi yang lain. sudah benar ternyata firasatku dia lebih mencintai Fanya ketimbang aku sosok yang sangat di cintainya dulu.

mulai sekarang aku tak akan mendengar kata kita terucap dari mulutnya kecuali jika bos menyuruh kami melakukan tugas bersama-sama.
   kata kita tak akan berlaku lagi dengan kami. kini kami akan menjalani kehidupan kami dengan cara yang berbeda-beda dan kami akan menyebut kita dengan orang yang berbeda.



Rabu, 29 Mei 2013

Lirik Lagu Doraemon Versi Indonesia


Lirik Lagu pembukanya
Aku ingin begini 
Aku ingin begitu 
Ingin ini itu banyak sekali
Semua semua semua 
Dapat dikabulkan 
Dapat dikabulkan 
Dengan kantong ajaib
Aku ingin terbang bebas 
Di angkasa 
Hei… baling baling bambu
La… la… la…. 
Aku sayang sekali… 
Doraemon…
La… la… la…. 
Aku sayang sekali…
Lirik Lagu Penutupnya
Lihat-lihatlah bunga yang sedang mekar 
Tiba saat mengucapkan selamat pagi 
Masa depan semua mari kita bangun 
Lalalala… lalalala… bernyanyi bersama …
Saya hidup di bumi ini masa depan dengan kapal angkasa 
Mari kita banyak-banyak berikhtiar 
Menjadikan satu-satu kita wujudkan 
Kita hidup di bumi ini 
Pagi ini esok dan seterusnya 
Masa indah sangat banyak kota impian…

Senin, 20 Mei 2013

Anak Baru


Matahari tersenyum indah dipagi ini,menyambut senyum riangku yang lebar. Suara kendaraan umum dan pribadi menemani langkahku melewati jalan kota Batam yang sungguh bising dan penuh polusi. Namun semua ini sudah biasa aku hadapi,setiap hari aku melewati ini,berteman dengan polusi,hujan,bahkan debu. Aku salah satu siswi SMA negeri di kotaku tepatnya aku bersekolah di SMAN89 Batam,disekolah aku hanyalah murid biasa yang datang kesekolah tepat bel dibunyikan,selalu suka membaca novel saat istirahat dan ketika pulang ingin yang pertama. Ntahlah itu sudah kebiasaanku. Di sekolah ini aku memiliki banyak teman,namun yang benar dikatakan teman ya hanya teman sekelasku.

Ntah mengapa hari ini sekolah sungguh heboh dan penuh dengan bisikan tidak seperti biasanya. Dari kejauhan aku melihat kelas 12 IPA 1 ramai dikerumunin orang-orang terutama cewe-cewe. Mereka semua tersenyum riang seperti sedang melihat seorang pangeran berkuda putih memasuki seolah ini. Namun aku tidak memperdulikannya,kurasa kalaupun iya itu seorang pangeran,pangeran itupun tak akan bersamaku. Karena aku sadar aku siapa. Aku bukan siapa-siapa

Pelajaran fisika ini seperti pembacaan dongeng ketika aku ingin tidur,sangat membuat ngantuk. Mataku yang kurasa tinggal 5 watt naik turun naik turun buka tutup buka tutup dan tragedi mataku mengundang kegeraman bu Tari.
“OLA” teriak bu Tari namun aku tak mendengarkannya.
“OLA KELUAR KAMU!” teriak bu Tari yang kedua kalinya namun aku tidak terlalu memperdulikannya karena mataki ini sampai pada akhirnya Ami teman sebangkuku menyubit lenganku dan aku meng-aduh kesakitan.
“i i i..yaa bu? Kenapa? “ tanyaku dengan terbata-bata kepada bu Tari.
“Kamu dari tadi tidur dipelajaran saya?” tanya bu Tari ketus.
“maafkan saya bu”jawabku dengan sopan tapi dalam hati aku menggerutu.
“kamu keluar dan cuci muka kamu”jawab bu Tari lalu kembali mencatat dipapan tulis.
Semua teman sekelasku melihat kearahku dengan pandangan kosong,lalu kembali memperhatikan bu Tari yang sedang mengejar. Lalu aku keluar kelas dan berjalan menuju WC. Karena WC disamping kelasku sedang diperbaiki dengan terpaksa aku harus berjalan menuju WC di dekat kelas senior yaitu kelas 12 IPA. Sesampainya aku langsung mencuci muka dan mengucek-ngucek mata yang telah membuat aku kena marah oleh bu Tari.
“duhh aww” rintihku “yaah basah” ucapku saat melihat baju putih yang aku kenakan basah dan bewarna merah. Aku ditabrak oleh seseorang,seseorang yang wajahnya belum kupandang. Dan ternyata seseorang ini adalah pangeran,bukan bukan Ia bukan pangeran,dia seorang pencuri hati,bukan bukan dia bukan pencuri,dia adalah seseorang yang membuat bajuku basah dan bewarna.
“duh maaf ya,gak sengaja sekali lagi aku minta maaf”ucapnya tulus dengan penuh cemas karena takut aku marah,”ini pakai ini,supaya baju kamu gak basah kali” katanya lagi dengan memberiku sapu tangan bewarna putih. Aku menatap matanya yang indah dengan terseyum lalu mengambil sapu tangan itu dan mengelapnya dibajuku.
“ohya aku duluan ya? buru-buru soalnya,sekali lagi aku minta maaf”katanya lagi dengan senyum indah lalu pergi .
“i ini sapu tanganmu”ucapku dengan sedikit teriak.
“simpan saja dulu,lain kali saja mengembalikannya. Sekali lagi aku minta maaf ya?” jawabnya dengan teriak karena jarak kami memang sudah jauh.
Aku tersenyum. Tiba-tiba jantungku berdegub kencang. Aku tak berhenti tersenyum,bahkan sesampai dikelaspun aku tak bisa berhenti tersenyum. Menurutku hari ini adalah hari yang menyenangkan karena bisa bertemu dengannya walau hanya karena ketidak sengajaan tadi. Belpun berbunyi menandakan jam istirahat lalu seperti biasanya aku menuju perpustakaan,tempat dimana aku menghabiskan waktu istirahatku hanya dnegan membaca novel-novel yang sudah tersedia disini. Hari ini aku ditemani oleh ami dan viana,kami bertiga berniat ingin meminjam salah satu novel dan membacanya sewaktu jam pelajaran terakhir yaitu pelajaran bahasa Indonesia.
“La tau anak baru yang dikelas 12 Ipa gak?” tanya viana padaku.
“ anak baru yang dibicarain sama cewe-cewe itu?” jawabku dengan kembali bertanya.
“iyaa iya ,kamu udah tau ya?” kata ami dengan cepat.
“gak,gak tau. Yang manasih orangnya? Ganteng ya?” jawabku polos.
“ ganteng banget tau la,ih kayak pangeran-pangeran gitu deh “ jawab viana dengan senyum-senyum seperti orang gila.
Dengar kata-kata pangeran tiba-tiba aku teringat oleh anak laki-laki tadi yang menabrakku,yang meminjamkan sapu tangannya. Aku mengeluarkan sapu tangannya dan menggemgamnya erat dan berjanji jika aku bertemu dengannya lagi aku akan mengembalikannya. Kusimpan kembali sapu tangan itu di dalam kantong bajuku yang sudah ada bercak merah karena minuman laki-laki tadi.
Aku memilih novel karya Trivita Suzandry,novelnya sangat menarik. Menceritakan tentang kisah cinta dua insan yang penuh dengan tragedi dan kesedihan mendalam dan aku sangat menyukainya. Selesai memilih-milih buku aku,ami,dan viana pun meminjamnya. Setelah keluar dari perpustakaan kami langsung menuju kantin karena haus dahaga sudah bertumpuk dikerongkongan ini. Saat perjalanan ke kantin kami melewati lapangan,terlihat begitu banyak cewe-cewe yang duduk dipinggir lapangan karena menyaksikan abang-abang senior bermain basket. Kulihat cara bermain mereka bisa saja tidak ada hebatnya tapi mengapa cewe-cewe ini begitu antusias menyaksikannya?. Di tengah-tengah lapangan aku melihat sosok laki-laki yang tak asing,Ia laki-laki yang menabrakku tadi. Sungguh tampan Ia berkeringat seperti itu,menimbulkan seyuman tipis dibibirku. Tapi mengapa Ia bersama abang-abang kelas 12 ,apakah Ia anak kelas 12 juga? Kalau iya berarti dia adalah seniorku. Oh tidak! Apakah Ia anak baru di kelas 12 yang dibicarakan cewe-cewe sekolahku selama ini? Kuharap tidak.
“dia cepat bergaul ya,anak baru saja sudah banyak teman begitu bahkan fanspun banyak”ucap viana datar
“haa iya.oh iya la ituloh yang anak baru yang aku bilang tadi. Ganteng kan?” kata ami menyampaikan informasinya
“lumayan” jawabku datar lalu berjalan duluan di depan ami dan viana padahal dalam hati aku berteriak bahwa benar anak baru yang di bilang oleh ami dan viana tadi ganteng.
Setiba dikantin kami bukan hanya membeli air minum melainkan banyak jenis makanan dan minuman yang sudah tersimpan rapi dalam kantong plastik yang akan kami bawa kekelas dan tentu saja di habiskan disana pula.

Bugggggg
“sory sory, gak sengaja maaf ya. Sini aku bantuin”kata anak cowo yang menabrakku
Sialnya hari ini aku ditabrak sudah dua kali,jangan sampai nanti sewaktu pulang sekolah aku juga tertabrak oleh mobil.
“iya gpp” jawabku sambil memungut hasil jajananku tadi dan memasukannya kembali kedalam kantong plastik.
Sewaktu aku berdiri dan akan mengucapkan terimahkasih kepada anak yang telah menolongku tadi tiba-tiba senyumku mengambang. Orang yang menabrakku ini adalah orang yang tadi. Aku berpikir mungkin dia memiliki hoby yang namanya menabrak tapi kurasa hoby itu tak ada. Dia juga tersenyum saat melihatku tersenyum,kurasa apa yang aku rasain sekarang juga dia rasain tapi bukan bagian saat aku mungkin memiliki rasa yang lebih kepadanya melainkan rasa kaget karena kami pada waktu tidak lebih dari dua jam bisa tertabrak lagi.
“kamu” ucap aku dan anak baru itu serentak lalu kami tersenyum.
“kok bisa...” ucap kami lagi berbarengan kembali.
Kurasa seluruh penghuni kantin ini memutarkan matanya kearah kami,aku dan anak baru. Kami terlihat begitu dekat,begitu kenal. Namun sayang itu hanya terlihat oleh mata padahal dalam kenyataan kenal pun tidak aku dengan anak baru ini.
“maaf lagi ya” ucapnya sambil mengulurkan tangan “ aku tadi buru-buru mau beli minum jadi gak ngeliat kalau ada orang didepan hhe” katanya lagi sambil nyengirkuda. Sungguh manis
“mungkin emang aku gak terlihat kali”jawabku dengan gurau”iya gpp kok” lalu aku tersenyum kearahnya. “ ohya? Haus ? ini ambil saja minumku. Aku membeli dua kok,satunya lagi bisa buat kamu, katanya udah haus banget kan?” tanyaku sambil menawarkansebotol air mineral kearahnya
“bener nih? Harusnya kan aku yang ngasih kamu minum untuk nebus kesalahan aku hari ini. Dua kali lagi” ucapnya dengan sedikit menyesal .
“ udah gpp kok,lain kali kan kamu bisa kok nraktir aku cappucino cincau “ jawabku dengan santai tapi langsung tersenyum pertanda aku hanya bercanda
Dari kejauhan aku sudah melihat ami dan viana melototkan mata mereka menandakan aku harus segera ketempat mereka karena mereka sudah lama menungguku yang sedang asyik bicara dengan anak baru itu. Oh sungguh mereka tidak tau betapa bahagianya aku hari ini.

Sesampai dikelas kamipun langsung menghabiskan makanan-makanan yang sudah kami beli tadi dan dengan waktuu singkat makananpun habis. Bel berbunyi kembali bertanda jam pelajaran akan segera dimulai kembali. Selama dikelas aku tidak bisa berkosentrasi penuh karena pikiranku tertuju pada satu orang yaitu sang anak baru,mengingat senyuman yang sangat menghipnotis itu membuat aku juga tersenyum. Ntah mengapa hatiku terasa berdebar dan tak karuan. Mungkin aku sedang jatuh cinta. Jatuh cinta kepada anak baru.

Berminggu-minggu  sudah aku lewati dengan menyimpan begitu rapat rahasia hatiku,aku menyukai dirinya dan aku sudah tak tahan ingin memberi tahunya,oh Tuhan bantu aku. Hari ini tepat pada hari kamis,hari dimana aku sudah menentukan akan memberi tahu kepada anak baru bahwa aku menyukainya. Konyol. Memang. Namun sungguh aku tak bisa menahan perasaan ini lagi. Aku akan mengungkapkan dengan beralasan ingin mengembalikan sapu tangan milikinya.
“hey tunggu” teriakku kepada anak baru.
“ya,hey juga”jawabnya dengan senyum tipis itu (lagi). Oh sungguh menawan”kenapa?” tanyanya lagi kepadaku.
“ini” kataku sambil mengembalikan sapu tanagan miliknya”terimahkasih”
Dia mengambil sapu tangan itu.
“boleh aku mengakui ssesuatu?”tanyaku padanya dengan sangat gugup.
“ silahkan” jawabnya dengn lembut
“aku menyukaimu,aku sudah jatuh cinta padamu sejak pertama kali kita bertemu. Sungguh aku tak berbohong. Maafkan aku sudah bertindak bodoh begini karena aku tak mampu menahan perasaan ku” kataku dengan cepat,gugup dan terbata-bata. Setelah itu aku menundukan kepala dan memutarkan badan ,berjalan ,dan meninggalkan dia yang tampak seperti orang bodoh.
“tunggu” teriaknya kepadaku.
“terimahkasih”katanya kepadaku lagi saat dia sudah berada didepanku.
“terimahkasih untuk apa?” tanyaku bingung.
“sudah memilki perasaan yang sama”jawabnya dan itu membuat aku tersentak kaget. Sangat kaget. Sungguh ini diluar dugaan.
“APAA?!!!!” kataku dengan nada tak percaya
“iya aku sudah memiliki perasaan yang sama kepadamu sejak pertama kali kita bertemu,aku menyelidikimu,aku tau bahwa kau tidak menyukai fisika,aku tau kau sering menghabiskan waktu istirahatmu di perpustakaan dengan membaca novel karya Trivita Suzandry,aku tau rumahmu dimana,aku tau kau menyukai ayam bakar,aku tau semua Lola. Tapi satu yang tidak aku tau,apakah kau memiliki perasaan yang sama kepadaku?. Tapi kini aku sudah tau, kau memilikinya dan kini maukah kau ku miliki?”kata anak baru yang begitu panjang namun sangat membuat aku bahagia.
“aku mau”jawabku dengan antusias.

Senin, 29 April 2013

Cinta Terlarang


BRAKKK !!!!!!.....
Rabu pagi yang cerah itu dikejutkan dengan suara ribut-ribut dari kantinnya Bu Asih.Suasana kantin yang asalnya riuh rendah,penuh dengan celotehan anak-anak SMA 3 Palangka Raya tiba-tiba mendadak menjadi sunyi senyap.Semua aktivitas yang mereka lakukan berhenti begitu saja.Pandangan mereka hanya tertuju pada seseorang cewek yang telah membuat keributan di tempat itu.
‘’Aduh neng gelis…jangan marah-marah di sini atuh,ini teh kantin,bukan tempat pelampiasan amarah,nggak enak diliat ama yang lain…’’. Tegur Bu Asih dengan logat sundanya yang kental
‘’Masa bodo !!!!’’. Ucap cewek itu sambil memukul meja.
‘’Iya degh neng..maapin ibu…’’. Ucap Bu Asih.
‘’Nasi goring satu plus fruit tea !!!!cepat…gak pake lama !!!!’’. Ucap cewek itu.
‘’iya neng…’’. Ucap Bu Asih.

Cewek itu bernama Vena.Dia cantik,dan pintar.Dia anak SMA 3 kelas XI-1 Ipa.Sebenarnya dia sangat ramah,tapi kalau dia marah….sifat dan tingkahnya berubah 180 derajat.Cewek yang satu ini kalau lagi nggak ada masalah feminiiimmmm banget,tapi kalau sudah marah….wahhh tomboy abiezzz !!!!.Cewek ini juga seorang atlet TaeKwonDo Palangka Raya.
‘’Napa sih…pagi-pagi gene udah buat masalah ??? pasti ada something yang terjadi antara kamu dengan Willy..’’. Ucap Friska dingin.
‘’Dasar cowok kurang ajar !!! nggak ngerti perasaan cewek !!! egois !!’’. Ucap Vena,dan tanpa sengaja Willy yang berada di belakangnya mendengar ucapan Vena.
‘’Hei Vena…jangan seenaknya aja ngatain aku egois !!! kamu tuh yang egois !!!’. Ucap Willy.
‘’Aku ???....gak salah tuh ??,bukannya kamu macari aku cumin gara-gara pengen nyari tenar aja ???udah degh…ngaku aja loe !!!’’. Ucap Vena.
‘’Emang !!!! kalo udah tau nggak usah buat ribut donk !!!...lagi pula aku sekarang aku nggak butuh kamu lagi kug…’’. Ucap Willy.
‘’Heh..kalian itu,nyadar donk !!! ini kantin bukan tempat berantem.Bikin malu aja !!!!. Kalian berdua ntu OSIS,,emang ada OSIS yang nyontohin nggak baek layak gini,,berantemnya gara-gara cinta lage !!!! dasar !!!,Angga…cepet bawa temen kamu itu pergi !!!!’. Ucap Friska dengan tegas.
‘’Dasar loe…cowok kurang ajar !!!’’. Teriak Vena.
‘’Sudah !!! jangan ribut lagi !!’’. Ucap Friska.

Hari itu,semenjak ia putusan dngan Willy,lena lebih memilih diam.Padahal tadi pagi ia marah-marah gak karuan.Saat rapat OSIS tadi sore juga,ia lebih memilih menatap Friska,sahabatnya yang merupakan ketua bidang olahraga.Cewek yang tomboynya bukan main itu adalah atlet nasional karate.Rambutnya aja cepak,plus sikapnya tomboy bukan main.Friska balas menatap sahabatnya yang secara tidak langasung menyiratkan rasa kesedihan dan kekecewaan yang mendalam.
‘’Baiklah teman-teman,kita tutup rapat ini.Selamat sore..’’. Ucap Fery,sang ketua OSIS.
‘’Udah donk sobt,jangan sedih mulu,cowok tuh banyak,nggak Cuma Willy aja,gak enak tau di liat orang mukanya kusut kayak belum di setrika gitu..bawa fun aja lagi,hidup tuh jangan selalu memikirkan masa lalu,fikirkan aja apa yang akan kita jalani and kita lakukan dimasa sekarang and di masa yang akan datang’’. Ucap Friska menasihati Vena saat rapat telah usai.
‘’Hmm…iya juga sih..thx ya sobt..kamu sahabatku yang paling baik sedunia…’’. Ucap Vena.
‘’Pulang yuk…udah senja nihh..Ntar malam kita jjm yukk..aku yang jemput…’’. Ucap Friska.
‘’OK…’’. Ucap Vena.
Malam itu langit kota Palangka Raya tampak cerah,bertabur bintang dan berhias bulan.Vena sudah sedari tadi siap,dan ia hanya menunggu kedatangan Friska.Ia mengenakan T-Shirt warna ungu kesukaannya,jins panjang ketat berwarna hitam,dengan rambutnya yang diikat membentuk seperti ekor kuda.

Tepat pukul tujuh malam,Friska akhirnya datang juga.Dengan gayanya yang tomboy,ia lebih mirip cowok ketimbang ia menjadi cewek.Baju lengan pendek berkerah,celana jins belel,rambut cepak,jaket hijau lumut kesukaannya dan sepatu kets putih,membuatnya terlihat sangat kelaki-lakian.
‘’Wowww…tomboy banget sih loe…’’. Ucap Vena pada Friska.
‘’Biasa aja kaleee..nggak usah lebay kayak gittu…cepetan naik !!!’’. Ucap Friska.
‘’Ok degh..’’. Ucap Vena.
‘’Mmm…non,mau kemana ??’’. Gurau Friska pada Vena.
‘’Kemana aja degh pak…’’. Ucap Vena.
Segera saja Friska menghidupkan mesin motornya dan pergi meninggalkan komplek Perumahan Ramah Jaya,tempat di mana Vena dan kedua kakak perempuannya tinggal.Vena memang sejak awal masuk SMP sudah tinggal bersama kedua kakak perempuannya.Namun,tiap seminggu dua kali,kakak laki-lakinya yang merupakn kakaknya yang paling tua datang mengunjungi mereka.Vena merupakan anak keempat dari empat bersaudara,alias anak bungsu.Sedangkan kedua ortunya Vena bekerja di perusahaan keluarga milik mereka yang berada di singapura,tempat kakeknya vena dari pihak ibu berasal.

Namun tanpa diketahui oleh Vena,sudah sejak lama sahabatnya,Friska,memendam sebuah perasaan terlarang.Perasaaan yang tidak bisa diterima oleh sebagian besar manusia.Diam-diam Friska menaruh hati pada Vena.Memang,Friska sejak dua tahun ini punya perasaan terlarang itu.Dan selama dua tahun ini ia mempunyai pacar seorang cewek.Tidak ada satu orang pun yang tahu kalo Friska adalah cewek lesbian,termasuk ortu dan sahabatnya,Vena.
Semenjak Vena putusan dengan Willy,Friska menunjukkan sikap yang jauh berbeda dari biasanya.Perhatian dan kasih sayang yang di berikannya kepada Vena melebihi perhatian dan kasih sayang sebagai sahabat.

Hari-hari mereka jalani berdua dengan penuh keakraban.Tanpa diduga,dan tanpa diketahui mengapa,perlahan namun pasti,Vena juga mulai merasakan perasaan yang tak wajar.Vena mulai ada rasa dengan Friska,seperti Friska menaruh perasaan kepada Vena.Cinta terlarang itu perlahan mulai menghiasi hari-hari mereka berdua.Hingga akhirnya,saat mereka sedang jalan-jalan di taman kota,Friska mengungkap semua perasaannya pada Vena.
‘’Ven….’’. Ucap Friska.
‘’Ya…’’. Sahut Vena.
‘’Seandainya aku mengatakan sesuatu yang mungkin nggak bisa diterima oleh akal sehat,apa kamu masih mau menjadi sahabatku ???’’. Tanya Friska.
‘’Pastinya donk..emangnya ada apa Fris ???’’. Tanya Vena.
‘’Hmmm…sebenarnya aku cewek lesbian…’’. Ucap Friska setelah beberapa detik ia terdiam sambil menatap lekat-lekat cewek di depannya yang merupakan sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya.
‘’Kamu….’’. Ucap Vena yang tak sanggup meneruskan perkataannya.
‘’Hhh…ya,itulah kenyataan tentang diriku yang selama dua tahun ini ku tutup-tutupi dari kalian semua termasuk dengan ortu ku.Sekarang,terserah kamu aja apa kamu masih mau bersahabat dengan aku’’. Ucap Friska.
‘’Aku tetap mau bersahabat denganmu…’’. Ucap Vena setelah ada jeda cukup panjang diantara mereka.
‘’Thank’s…’’. Sahut Friska.

Hening kembali muncul di antara mereka berdua.Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka berdua.Mereka terlarut dalam fikirannya masing-masing.Hingga akhirnya…
‘’Aku menginginkanmu…’’. Ucap Friska pada Vena.
‘’Apa ?? maksud kamu apa ???’’. tanya Vena tak mengerti.
‘’Aku cinta kamu,sudah lama aku memendam perasaan ini…’’. Jawab Friska.
‘’Beneran ???’’. Tanya Vena tak percaya.
‘’Beneran…’’. Sahut Friska.
‘’Owh…aku…aku juga menginginkanmu…entah mengapa dan kenapa perasaan ini datang begitu saja dan mulai menghiasi hatiku…’’. Ucap Vena.
‘’So….’’. Ucap Friska.
‘’Kita pacaran !!!’’. Ucap mereka berdua bersamaan.
***

Keanehan gaya dan bahasa tubuh mereka lama kelamaan mulai di rasakan oleh teman-teman mereka. Sikap Friska dan Vena dari hari ke hari semakin berubah.Beberapa orang siswa dan siswi di kelasnya mulai curiga.Bahkan ada yang berani bilang kalo mereka cewek lesbian dan mereka sedang menjalin cinta terlarang.Cinta yang dibilang sangat terlaknat.Beberapa anak juga ada yang prihatin dengan mereka.Termasuk Ivan yang sudah sejak lama menaruh perasaan pada Vena.Namun Friska dan Vena tak sedikitpun menggubris semua itu.

Ivan sama sekali tak bisa membiarkan kedua sahabat itu mejalin cinta terlarang,karna ia tak mau kedua sahabat itu semakin susah untuk berhenti menjadi lesbian.Ia tak habis fikir dengan kedua cewek itu,masih banyak aja laki-laki ko’ malah pacaran ama sesama.
Malam minggu yang basah itu,Ivan mengirim sms kepada Vena untuk menanyakan apa benar yang teman-teman mereka katakana,bahwa Vena dan Friska menjalin hubungan yang terlaknat itu.Ivan malah berharap kalau itu semua hanya gossip belaka.Namun betapa terkejutnya Ivan saat mendengar perkataan dan semua itu adalah benar apa adanya.
Ivan memutuskan untuk menelpon Vena.
Deringan lagu Zivilia-Aishiteru terdengar dari ponselnya Vena.Vena yang asyik berfacebook ria di notebooknya terkejut mendengar nada dering itu berbunyi.Nada dering yang sengaja ia programkan sebagai pertanda bahwa cowok yang ia sukai menelponnya.
Sedetik kemudian ia memencet tombol hijau di hpnya.Kemudian mereka asyik mengobrol tentang apa yang terjadi pada diri mereka selama ini.Memang,sudah tiga bulan terakhir ini mereka nggak ada kontak lagi.Bukannya nggak ada kontak,tapi Vena tidak mau menjawab semua telpon dan sms dari Ivan.Karena Vena sakit hati mengetahui Ivan jadian dengan Liana.Hingga akhirnya Willy datang menghapus luka di hati Vena.Namun bukannya menghapus luka di hatinya Vena,tapi Willy malah menjadikan Vena sebagai boneka yang ia manfaatkan untuk memperoleh ketenaran di SMA 3 Palangka Raya.

Sedetik kemudian Vena terdiam,tak disangkanya kalimat itu terucap dari mulut seorang Ivan.Kebimbangan merasuk dalam fikirannya Vena.Sebenarnya ia masih ingin melanjutkan hubungannya dengan Friska,tapi di sisi lain ia sangat masih mencintai Ivan.Selain itu,ia juga tau bahwa yang selama ini dijalaninya dengan Friska adalah suatu perbuatan yang dilarang oleh hokum agama dan takdir.Kehadiran Ivan di malam basah itu memberikannya kedamaian sekaligus kebimbangan.
‘’Aku tunggu jawabanmu besok…good night’’. Ucap Ivan.

Setelah mengakhiri sambungan telponnya dengan Ivan,Vena segera menelpon Friska untuk memberitahukan semua itu.
‘’Halo say…ada apa ???’’. Ucap Friska.
‘’Aku nggak tau harus milih kamu ato Ivan,barusan Ivan nembak aku..’’. Ucap Vena.
‘’Up to you lah mau milih siapa,semua tergantung sama kamu’’. Ucap Friska.
‘’Mmm…sudah aku putuskan,kita akhiri semua ini sampai di sini.Cinta ini adalah cinta terlarang.Maaf ya…ini semua adalah yang terbaik…’’. Ucap Vena.
‘’Ya…met malam’’. Ucap Friska langsung menutup pembicaraan mereka.
Sesaat kemudian,masuk sms dari Friska.
To : Vena
From : Friska
Ini aq,bukan mau q.Inilh aq yg sbenarx.Klo bnr aq m’punyai prasa’n t’lrank ini knp ?? ap klian rugi ?? Aq thu cinta yg k tu pux ini cnt terlarang.Tp klian gk berhak m’atur hdup q.Krn aq yg m’jlani smua ini,bukan klian.Smua hanya bsa m’nyalahkan q tanpa bsa m’ngerti prasaan q.Inilah aq.’’AKU CEWEK LESBIAN’’.

Sejak saat itu,Vena lebih memilih diam daripada bertegur sapa dengan Friska.Ia sedih sekaligus bangga.Sedih karena ia harus mangakhiri hubungannya dengan Friska,bangga karena ia tahu,keputusan yang ia ambil ini sangat benar.Friska juga memilih untuk diam.Ia nggak tahu,mau di kemanakan hubungannya dengan Vena.
Hujan lagi-lagi mengguyur kota Palangka Raya malam itu.Suasana dingin yang menusuk tulang membuat Friska enggan kumpul-kumpul dengan teman-temannya unutk main bilyard.Ia hanya duduk termenung di depan meja belajarnya sambil menatapi foto-foto saat ia masih normal seperti cewek lainnya.Ia kemudian mengambil foto yang sangat di bencinya dari laci meja belajarnya.

Ingatan Friska kembali kemasa lalunya.Di saat ia masih bisa merasakan indahnya pacaran dengan lawan jenisnya.Namun semua itu berubah setelah kejadian yang sangat membuatnya trauma itu terjadi.Kejadian yang terjadi diluar kehendaknya dan tanpa sepengetahuannya.Sejak saat itu ia bukan lagi seorang wanita suci.Entah bagaimana caranya,tiba-tiba saja ia menemukan dirinya di kamarnya tertidur tanpa busana setelah ia berjalan-jalan dengan Deni,kakak kelas XII-IPS 2,yang baru saja lulus tahun ini.Padahal seingatnya,ia masih berada di taman bersama Deni.Sejak saat itulah ia berubah drastis seperti ini.

Lantunan lagu The Virgin-Cinta Terlarang berbunyi dari ponselnya Friska.Ia mengambil hp nya dari kantong celananya.Dan alangkah terkejutnya saat ia tahu Vena menelponnya.Sedetik kemudian,Friska meletakkan kembali foto laki-laki yang sangat di sayanginya sekaligus sangat dibencinya di dalam laci meja belajarnya.Dan ia segera mengangkat telpon itu.
‘’Halo…’’. Terdengar suara cewek di seberang sana.
‘’Ya…ada apa ??’’. Ucap Friska dingin.
‘’Maafin aku…’’. Ucap Vena.
‘’Kamu nggak salah kug…’’. Ucap Friska.
‘’Mmh….kita masih sahabatan kan ???’’. Tanya Vena.
‘’Ya…maaf aku lagi sibuk,aku janji suatu hari nanti aku akan berubah…’’. Ucap Friska dan ia segera memutuskan hubungan telponnya dengan Vena.
‘’Fris….’’. Ucap Vena,namun sayang,sambungan telponnya telah terputus.
Vena tertegun setelah mendengar ucapan Friska.’’Suatu hari nanti akku akan berubah…’’,apa maksudnya ???.Ia kembali menelpon Friska.Tapi ternyata nomernya Friska tidak aktif.
Langit Palangka Raya masih aja menangis.Kilat dan petir manghiasi malam kelabu itu.Namun di balik semua itu,seorang cewek tomboy tampak tersenyum.Hari ini ia mengalami suatu kejadian yang sangat berkesan di hatinya.Akhir dari percintaan terlarangnya dengan sahabatnya.Dan cewek itu rupanya telah memutuskan untuk pergi dari semua kehidupannya di Palangka Raya.
***

Vena kaget setengah mati mengetahui Friska akan pindah ke Singapura,menyusul mamanya yang sedang tugas di sana.Singapura adalah kampung halamannya Friska,ia tinggal di Palangka Raya karena mengikuti papanya yang pindah tugas di Indonesia.Vena baru saja mendengar kabar itu dari Ivan,cowok yang sekarang ini menjadi pacarnya.Memang sejak kemarin Friska tidak hadir sekolah.Saat Vena menanyakan alasan ketidak hadirannya di sekolah melewati telpon,ternyata nomernya masih tidak aktif.Tapi ia tak menyangka bahwa Friska akan kembali ke kampung halamannya.
Friska menatap rumahnya dengan sedih.Rumah itu penuh kenangan bersama ia dan Vena.Setelah puas menatap rumah kesayangannya,ia segera menyusul papanya yang telah menunggunya di mobil.
Tepat pukul 15.00 Friska sampai di bandara.Kurang lebih setengah jam lagi ia akan berangkat.Ia teringat pada sahabatnya sekaligus orang yang di cintainya.Ia ingin sekali bertemu dengan Vena untuk yang terakhir kalinya.Sedetik kemudian,Friska mengambil hp nya dan menelpon Vena.

Vena terkejut melihat sebuah nama yang sangat ia sayangi menelponnya.Ia segera mengangkatnya,Berharap agar apa yang dikatakan Ivan bukanlah sebuah kenyataan.
‘’Kalau mau bertemu aku untuk yang terakhir kalinya,segera saja ke bandara sekarang juga,atau selamanya kamu tidak akan bertemu aku lagi…’’. Ucap Friska.
‘’Fris…’’. Ucap Vena tak sanggup menahan kesedihan.
‘’Sore…’’. Ucap Friska segera mematikan telponnya.
Vena segera mengambil jaketnya dan dengan penampilan yang sederhana,ia segera berangkat menuju bandara.

Sesampainya di bandara,Vena bergegas pergi ke bagian informasi dan mendapati Friska sudah menunggu di sana.Rasa senang sekaligus sedih terpancar dari wajah mereka berdua.
‘’Fris…kenapa kamu pergi…’’. Ucap Vena sambil meneteskan air mata.
‘’Papaku udah selesai tugas,jadi mau nggak mau aku harus kembali ke Paris.’’. Ucap Friska.
‘’Ohh…Friska…kenapa ini semua harus terjadi…’’. Ucap Vena sambil menangis di balik pelukan Friska.Saat itu gelora cinta terlarang mereka kembali merasuk kedalam jiwa.Rasa kehilangan yang sangat berat hadir dalam hati mereka.
‘’Aku masih menginginkanmu…’’. Ucap Friska.
‘’Aku juga’’. Ucap Vena.
‘’Apa kamu mau kembali…’’.
‘’Tidak,itu tidak mungkin,,perasaan kita ini perasaan yang terlarang,kita tidak akan mungkin kembali walaupun sebenarnya aku juga ingin kamu…’’. Ucap Vena sambil menangis.
‘’Ya…aku mengerti…’’. Ucap Friska dingin.
‘’Udah akh…jangan nangis…cengeng banget sih….’’. Ucap Friska pada Vena.
‘’Biarin !!!’’. Ucap Vena.
‘’Nih buat kamu…’’. Ucap Friska sambil memberikan kalung dan sebuah cincin bertuliskan F dan V.
‘’Cincin dan kalung ini jangan sampai hilang,ntar kalo kita ketemu lagi dan aku tau kalo kalung and cincin itu hilang…Awas kau !!’’. Sambung Friska.
‘’Please….jangan pergi…’’. Lirih Vena.
‘’Mungkin ini yang terbaik….selamat tinggal…’’. Ucap Friska.
Dan untuk terakhir kalinya mereka kembali berpelukan.Air mata Vena mengalir semakin deras,hingga membasahi punggungnya Friska.Dan setelah puas berpelukan,Friska pergi meninggalkan Vena,menyusul papanya yang sudah menunggunya di dekat pintu masuk.

Friska kembali menoleh kebelakang sebelum memasuki pintu masuk.Ia masih melihat seorang cewek menangis melepas kepergiannya.Friska melontarkan senyumnya,namun air mata cewek itu malah semakin mengalir deras.Dan Friska kembali melangkah memasuki pintu masuk.
‘’Maafkan aku…inilah yang terbaik untuk kita,semoga kamu bahagia dengan cowok lain…’’. Ucap Friska dalam hati.
‘’Sayang….ku tak ingin kau pergi….’’. Ucap Vena dalam hati.
***

Di suatu Negara nun jauh di sana,seorang cewek tomboy tampak berdiri menatap keluar dari balik daun jendela kamarnya.Di sana,hujan turun dengan sangat lebat.
‘’Semoga kamu bahagia di sana tanpa diriku.Aku ‘kan tetap menjaga perasaan terlarang ini untukmu…..karna aku mencintaimu.Aku tak peduli perasaan yang ku punya ini terlarang.Sesungguhnya hati ini sangat berat meninggalkanmu.Tapi inilah yang terbaik untuk kita’’. Ucap Friska.
Langit Palangka Raya tak secerah biasanya.Rintik-rintik hujan menghiasi kota itu.Seakan ikut bersedih melihat kedua sahabat itu berpisah.
‘’Aku merindukanmu…cinta terlarang ini aka ku jaga sampai kita bertemu kembali’’. Ucap Vena sambil memandangi dedaunan yang basah akibat terkena tangisan langit malam ini.

***

~Sebuah perasaan akan datang dengan sendirinya.Cinta terkadang dapat menjerumuskan.Jangan menganggap seseorang yang mempunyai perasaan terlarang seperti sampah yang harus di jauhi,tapi buatlah dia menjadi sadar dengan cintanya itu.Mengertilah pada perasaan mereka.Dan buatlah mereka mengerti pada kodrat hidup yang sebenarnya~
_TAMAT_

Sabtu, 27 April 2013

Tinta Atau Secarik Kertas


Aku mengenakkan sepatu kaca indah dengan hiasan bunga-bunga bermekaran. Dengan cepat aku mengambil tas dan kunci mobil lalu pergi meninggalkan rumah. Terik mentari yang menusuk kulit tak goyahkan semangatku untuk menghadiri acara ulang tahun sahabatku gita.
Gita adalah temanku dan Ialah yang selalu menemaniku saat aku suka ataupun duka.
“happy birthday git,semoga makin+++ ya”ucapku padanya sambil mengulurkan tangan
“makasih ita”balasnya sambil membalas uluran tanganku “ohya ,silahkan nikmati hidangannya ya”katanya lagi .
“iya,aku kesana dulu ya git” jawabku lalu meninggalkan gita.
Suara gemuruh para tamu undangan sudah sangat menumpuk. Ada yang berbicara,tertawa,dan berbisik. Semua bercampur menjadi satu. Aku berjalan santai mendekati meja makan untuk mengambil beberapa agar-agar dan segelas sirup orange namun jalanku terhenti saat aku melihat sosok itu ,sosok yang tak asing diwajahku ,sosok yang selalu terngiang-ngiang dalam pikiranku selama ini. Aku terdiam,terdiam cukup lama untuk memandangi Aat. Yap Aat namanya.
Aat adalah abang kelasku sewaktu aku masih sekolah dasar,dulu kami dekat.  Wajah Aat disaring oleh ingatanku. Konyol ,memang, tapi aku tau hatiku tidak bisa berbohong. Kami tinggal di kota yang sama ,tapi aku tidak pernah sekalipun mengajaknya untuk bermain bersama lagi setelah Ia lulus dari sekolah dasar. Sebenarnya aku ingin namun rasa takutku kalah itu menutupi rasa inginku. Aku takut kecewa,takut bila semuanya tak sesuai dengan harapanku,takut Ia tak lagi mengenaliku
“hai,melamun aja?ntar kesambet loh dek” ucap seseorang yang mungkin kepadaku karena aku sadari dari tadi aku memang hanya diam.
“oh tidak”ucapku cepat lalu pergi meninggalkan orang itu,namun entah mengapa aku membalikan badan lagi dan kembali ke tempat pria itu.
 Aku memegang pundaknya ,lalu Ia menoleh dan langsung tersenyum. Aku mengenali senyuman dan wajahnya ,orang ini,orang ini adalah Aat. Karena tidak langsung percaya ,aku melihat kembali kearah tempat dimana Aat duduk dan ya Aat tidak ada ditempat itu melainkan kini Ia sudah berada di depanku,di hadapanku. Aku tak bisa mengeluarkan sepatah katapun saat matanya menatap lurus kemataku. Aku gak tau harus bagaimana saat itu,maka kuputuskan aku hanya akan memberikan senyum tipis kearahnya dan Ia membalasnya. Hatiku berteriak
“apa kabar? Sudah besar ya sekarang ,udah sama tingginya kayak aku ,gak kayak bocah lagi” ucapnya lalu tertawa sambil membentuk huruf ‘V’ dijarinya .
“baik ,kamu sendiri gimana ?baik kan?kamu masih mengingatku?”jawabku dengan menyerbunya dengan pertanyaan yang sudah sejak tadi ingin kutanyakan.
“emp,kamu siapa ya?aku lupa! Apa kita pernah kenal?”katanya lagi dengan muka sangat datar dan itu membuat moodku turun 100% ,ternyata Ia lupa,Ia tak ingat .
“baiklah,lupakan”jawabku lalu meninggalkannya .
Aku tak heran bila Ia lupa karena mungkin baginya kedekatanku dengan dirinya dulu hanyalah sebuah pertemanan biasa yang tak berarti apa-apa,tapi apakah Ia tidak ingat dengan janjinya ? Ia berjanji akan memberitahukan arti dari ”tinta pena memenuhi secarik kertas”. Ucapan itu Ia katakan padaku pada saat kami bermain di bawah pohon ceri yang terletak dibelakang SD kami dulu dan saat itu adalah saat terakhir aku dan Ia bertemu dan berbicara ,kami membuat janji bahwa kami akan terus berhubungan sampai malaikat mencabut nyawa kami,namun itu hanyalah sebuah janji monyet,janji yang tak berarti apa-apa dan janji yang tak ditepati.
Ada tangan menariku ,apa ini ..                                                                                                  “tunggu,jangan pergi begitu saja! aku ingin bicara,ingin bicara banyak sangat banyak . apa kau tak ingat siapa aku ? atau kau ingat namun kau tak ingin mengenaliku lagi? ” ucap orang itu yang bukan lain adalah Aat .
“bukan,bukan begitu. Tadi kau dendiri yang bilang bahwa kau tak mengenaliku lagi” jawabku
“hahaha,tidak aku tadi hanya bercanda. Mana mungkin aku lupa seseorang seperti dirimu ,seseorang yang cerewet yang selalu ada di otkku?”jawabnya dengan antusias namun masih ada tawa renyah yang keluar.
“hahaha,kau berbohong”jawabku lagi lalu pergi meninggalkannya karena aku takut terlalu larut dalam percakapan yang sangat aku rindukan ini .
“aku masih ingat pohon ceri ditaman,aku masih ingat kau. Please percayalah ita”teriaknya saat aku sudah berada sedikit jauh darinya ,aku hanya membalikan badan dan berkata” tepati dulu janjimu “ lalu akupun pergi dengan hanya meninggalkan seutai senyuman kecil dibibir namun dalam hati aku ingin berteriak,meloncat,bahkan berjoget-joget ria.
Aku berpamit pulang kepada gita dengan alasan tidak enak badan padahal aku hanya ingin tersenyum lama dan tak ada satu orangpun yang mengatakan aku gila.
 “seseorang yang cerewet yang selalu ada diotakku”kata-kata itu masih terbayang-bayang dipikiranku sampai saat ini .”selalu ada diotakku” apakah benar aku selalu ada dipikirannya dan Ia masih mengingatku?kalau iya itu akan menjadi kabar bahagia dalam hidupku .
                                                                                                **
                Hari ini hujan. Hujan rintik-rintik. Tangis gerimis dari awan yang menaungi kota Batam jatuh satu-satu. Aku buru-buru berlari menuju tempat berteduh. Sambil memeluk tubuhku sendiri yang mulai kedinginan,aku menengadahkan kepala agar bisa menatap hujan dan awan mendung. Tempat berteduh tak begitu ramai. Hanya ada aku dan beberapa teman sekolahku yang sedang menunggu berhentinya hujan. Sambil menunggu aku hanya sibuk memandangi layar telfon genggamku karena takut Mama bakal nyariin aku ,aku tidak memiliki pulsa untuk menghubungi mamaku terlebih dahulu makanya aku siaga terlebih dahulu ,jika mama menelpon aku bisa langsung menjawab.
                “Bammmm” kudengar suara dorongan kuat seseorang saat menutup pintu mobil.
                “plakkkkkk”kini suara tamparan yang kudengar
“kenapa berhenti pa? Ayo teruskan .biar papa puas,sudah kubilang aku tak ingin meneruskan bisnis haram papa itu. Aku hanya ingin menjadi seorang pianis pa,tidak lebih”kata anak itu yang tak terlalu kelihatan wajahnya .
“pianis itu tak akan membuahkan hasil apa-apa buatmu”jawab ayah dari anak itu . “masuk mobil sekarang dan kita bicarakan ini dirumah”
“tidak aku tidak mau “ jawab anak itu lagi lalu berlari menjauh dari ayahnya ,anak itu memang berlari namun ia berlari kearahku. Siapa dia?
                Saat anak itu sudah berdiri di depanku ,aku baru menyadari bahwa anak yang tadi sedang berkelahi dengan ayahnya adalah Aat dn kini Ia berada didepanku dan langsung menarik tanganku menuju taksi didepan sana .
                Singkat cerita ,Aat mengajaku ke taman di dekat SD. Disana Ia hanya diam dan diam ,aku tak tau harus bagaimana. Aku ingin sekali menenagkannya,meminjam bahuku padanya,intinya aku ingin membuatnya nyaman namun aku terlalu takut untuk melakukan hal itu
“kamu bisa cerita ke aku At.....kayak dulu”akhirnya kata-kata itu yang keluar dari mulutku .
“aku gak mau ikutin bisnis papa,aku mau jadi seorang pianis “ jawabnya dengan pelan sambil menundukan kepala .
                Ini masih masalah yang sama saat SD dulu,cita-cita Aat dengan ayahnya sangat bertolak belakang. Aat ingin menjadi seorang pianis namun ayahnya ingin Aat menjadi pebisnis sama seperti dirinya,namun kurasa itu tidak adil karena ayahnya memaksakan kehendak anaknya sendiri. Kini aku bepikir agar aku bisa membantu masalahnya ini dan membuat hati Aat nyaman.
“bagaimana kalau kamu menjadi pebisnis sekaligus pianis?tidak ada salahnya bukan?”usulku pada Aat .
“yaa,itu benar. Aku bisa menjadi pebisnis sekaligus pianis. Itu akan hebat bukan?”jawab Aat dengan senyuman mengambang diwajahnya.
“iya,kamu harus bilang ke ayahmu” kataku lagi sambil memberi usul agar Ia bisa langsung memberitahukan niatnya kepada sang ayah
Lalu Aat pergi dan meninggalkanku sendiri di taman ,ya hanya sendiri
                                                                                **
                Setelah kejadian kemarin entah mengapa aku selalu datang ketaman untuk berharap agar Aat datang dan menemuiku kembali. Aku sudah berjanji pada diriku sendiri agar tidak berharap terlalu banyak. Kejadian beberapa hari yang lalu hanyalah cerita sesaat. Aku sudah lupa rasanya berbicara sehangat dan sedekat kemarin. Hari ini aku sudah putuskan hari ini adalah hari terakhir menunggu kedatangannya dan bila Ia tidak datang aku berjanji akan melupakannya dan melupakan janjinya bahwa Ia akan memberitahukan arti dari ”tinta pena memenuhi secarik kertas”.
“terimahkasih atas saranmu waktu itu,ayahku mau menerimanya . ohya selama inikah menunggu?” terdengar suara yang tidak asing lagi bagiku ,Aat
“ah tidak ,aku tidak menunggu. Lagian aku baru sekitar 5 menit berada disini”jawabku dengan pasti
“yakinkah kau hanya 5 menit kamu berada disini?”tanyanya kepadaku
“ya aku yakin “ jawabku lagi
“tidak ,hari ini kau disini sudah dari jam 1 tadi dan kini sudah pukul 5 sore. Waktu dimana kemarin aku mengajakmu. Kamu menugguku?”tanyanya lagi sambil tersenyum
“tidak,aku tidak menunggumu. Bagaimana kau bisa tau aku disini sejak jam 1 tadi?” tanyaku padanya karena aku sempat heran mengapa ia bisa tau.
“kau tau,sejak saat terakhir kau melihatku ,aku juga sering kesini pada jam yang sama namun karena melihatmu aku singkirkan keinginanku itu,aku ingin tau kau melakuan apa saja disini. Ternyata kau melakukan hal yang sama sepertiku dulu “
“apa?”tanyaku dgn cepat
“menunggu”jawabnya lagi”menuggu saat ini tiba”
“ohya?kau hebat bisa tau tentang perasaanku At”kataku
“karena kita memiliki batin yang kuat”balasnya
“karena waktu ini sudah tiba,maukah kau berjanji tak akan pernah pergi lagi?”tanyaku kepada Aat
“ya”jawab Aat sambil terseyum kepadaku
“kau berjanji? Ohya aku ingin tau apa arti dari ”tinta pena memenuhi secarik kertas” kau pernah mengucapkannya padaku dulu.”aku kembali bertanya padanya dengan menyisipkan pertanyaan lama yang belum sempat dijawabnya
“ya aku berjanji ,arti dari ”tinta pena memenuhi secarik kertas” adalah kau yang sudah memenuhi dan memiliki hati ku dan tak akan bisa dihapus”.jawabnya sambil memegang erat tanganku .
                Akhirnya aku dan Aat kembali seperti dulu:’) tertawa,tersenyum,dan bermain bersama kembali namun dengan perasaan yang berbeda yatu perasaan cinta<3

Rabu, 24 April 2013

Lirik lagu Phineas and Ferb Opening

hai,bloggerrr kembali lagi bersama saya vitaaa..
oke sekarang vita mau ngasih tau lirik lagu phineas and ferb versi ,pasti diantara kalian ada yang tau kan tentang phineas and  ferb ? ituloh yang mengisahkan tentang seorang kakak yang ingin menangkap basah adiknya yang selalu membuat benda-benda menakjubkan namun tidak pernah berhasil hhaha kasian yaa .

okey sekarang ini liriknya:

(versi Indonesia)
klo gak tau lirik nya, liat di sini ya
104 hari libur musim panas,
sekolah pun akhirnya libur,
masalah generasi, setiap tahunnya mencari cara tuk lewati...

seperti...
buat roket
bertarung dengan mummy
dan memanjat menara eiffel

menemukan sesuatu yang baru
atau memandikan si monyet...

selancar di ombak
buat banana bots
temukan otak frankenstain ( hey! disini! )

lihat burung dodo
mengecat lapangan
dan buat semua gila... ( phineas! )

dan lihatlah banyak hal yang dilakukan sebelum sekolah mulai... ( ayo perry )
tetaplah bersama phineas dan ferb lakukan semuaa....
tetaplah bersama phineas dan ferb lakukan, semu aaa..

candace : bu... phineas dan ferb membuat judul pembukaan film
















(English Version)
There's 104 days of summer vacation
And school comes along just to end it
So the annual problem for our generation
Is finding a good way to spend it

Like maybe...
Building a rocket
Or fighting a mummy
Or climbing up the Eiffel Tower

Discovering something that doesn't exist (Hey! )
Or giving a monkey a shower

Surfing tidal waves
Creating nanobots
Or locating Frankenstein's brain (It's over here! )

Finding a dodo bird
Painting a continent
Or driving your sister insane (Phineas! )

As you can see
There's a whole lot of stuff to do
Before school starts this fall (Come on Perry)

So stick with us 'cause Phineas and Ferb
Are gonna do it all
So stick with us 'cause Phineas and Ferb are
Gonna do it all!
(Mom! Phineas and Ferb are making a title sequence! )

Selasa, 23 April 2013

Secret Admirer

Bukan sekali dua kali aku memperhatikanmu
setiap saat ,setiap disaat ku melihat wajahmu terlintas di hadapku
setiap kita bertemu mataku tertuju pada matamu
ku ingin tau apa kamu menatapku kembali?
ohyaa:') ku tau itu tidak terjadi

Saat air yang banyak dan deras jatuh kebumi
ku langsung terpikir seseorang
seseorang yang spesial
yang bukan lain adalah kamu
apa kamu kehujanan ?
apa kamu kedinginan ?
apa kamu sudah terlindung?
pikiran ,hati , otakku tak tenang kalah itu .
tak ingin terjadi sesuatu padamu
dalam hati ku berdoa "tuhan jaga dia ,lindungi dia ,dimanapun dia berada karena.....aku jatuh cinta padannya"

apa kamu tau aku mendoakanmu?
apa kamu juga mendoakanku ?
tidakkkk
kamu tak tau , dan tak mungkin kau turut mendoakanku.
karna kehadirankupun kau belum tentu tau.

sudah lama,sangat lama kupendam perasaan cinta ini
yang hanya tertuju padamu.
saat ku putuskan menjadi secret admirer ,aku berprinsip
berprinsip tak akan pernah berkata jujur padamu
akan kupendam
kukubur
kusimpan
kututup serapat-rapatnya..

Namun, hari ini aku tak mampu lagi memendam,mengubur,menyimpan,dan menutup rapat ...
tentang perasaanku yang sebenarnya
ku putuskan ,kuputuskan untuk ucapkan
"aku sayang kamu"
tapi sayang aku hanya mampu mengucapkannya didepan fotomu .
karena ku tau ku tak akan mampu jujur padamu.
maka ....
kulanjutkan,kulanjutkan menjadi..
menjadi secret admirermu